Monday, February 4, 2013

Empat Mobil milik Djoko Susilo Diparkir di KPK



Metrotvnews.com, Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menyita sejumlah aset milik mantan Kepala Koordinator Lalu Lintas Polri Inspektur Jenderal Polisi (Irjen Pol) Djoko Susilo yang diduga terkait hasil tindak pidana pencucian uang dalam proyek simulator kemudi.

Kali ini (12/3), KPK menyita empat unit mobil milik Djoko ialah merek Toyota Harrier warna abu-abu metalik serta Toyota Avanza Hitam, Nissan Serena, dan Jeep Wrangler. Mobil-mobil itu telah terparkir di KPK.

Belum diketahui berasal dari mana keempat mobil tersebut, namun hingga kini KPK belum memberikan keterangan terkait penyitaan aset milik Djoko Susilo tersebut.

Sebelumnya, KPK telah menyita sedikitnya 20 aset harta Djoko berupa kendaraan dan rumah mewah, tiga pom bensin. Harta kekayaan itu menyebar di berbagai kota.

Editor: Afwan Albasit

Sunday, February 3, 2013

KPK Sita 3 Pom Bensin Milik Djoko Susilo



Metrotvnews.com, Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus melakukan penyitaan terhadap aset-aset milik tersangka korupsi dana simulatos SIM dan pencucian uang Inspektur Jenderal Polisi Djoko Susilo. Tidak main-main, total sudah 20 aset yang disita KPK dalam bentuk tanah, rumah, dan yang terbaru adalah tiga unit pom bensin atau SPBU.

Juru Bicara KPK Johan Budi mengatakan penyitaan itu dilakukan oleh KPK untuk kepentingan penyidikan kasus tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang juga menjerat jenderal bintang dua ini. KPK pun memastikan akan terus mengusut seluruh aset milik Djoko Susilo.

"Ada sekitar hampir 20 item yang sudah disita KPK, berupa tanah, bangunan dan tiga buah SPBU," ujar Johan Budi ketika dikonfirmasi di Gedung KPK, Jakarta, Senin (11/3).

Menurut informasi yang diperoleh, ketiga SPBU yang disita oleh tim penyidik KPK itu masing-masing terletak di kawasan Jakarta Utara, Depok Jawa Barat, dan Kendal, Jawa Tengah. Namun, ketika dikonfirmasi terkait lokasi ketiga SPBU itu, Johan mengaku belum mengetahui lokasi pasti ketiga SPBU itu.

"Belum tahu, saya belum tahu lokasinya," sambung Johan.

Sementara itu, KPK juga menegaskan jika pihaknya tidak akan berhenti sampai di situ terkait penyitaan aset-aset Djoko Susilo. KPK akan terus menelusuri dan mencari aset bermasalah milik sang Jenderal.

"Masih terus ditelusuri," tegasnya.

Diketahui, 20 aset Djoko tersebar di Jakarta, Semarang, Solo, Yogyakarta dan Depok. Belum diketahui jumlah total nilai keseluruhan aset Djoko yang disita penyidik. Aset Djoko yang disita penyidik KPK antara lain 6 rumah di 3 kota, Semarang, Solo dan Yogyakarta, 3 rumah di Jakarta dan 2 rumah di Depok.

KPK juga telah mencegah beberapa pihak, termasuk dua orang wanita yang diduga istri muda Djoko. Dua wanita itu yakni Mahdiana dan Dipta Anindita. Keduanya dicegah untuk 6 bulan ke depan.

Editor: Dendi Suharyana

Wednesday, January 2, 2013

Zorro dan Robinhood Ternyata Simbol dari Komunisme



Komunisme, ideologi yang dianut oleh sepertiga penduduk dunia ini, kini dicap sebagai ideologi “berdarah”, brutal, pembantai, pembunuh, pemerkosa, dan juragan despotisme oleh para lawan politiknya, khususnya dari sekutu Barat, Amerika Serikat. Sebenarnya komunisme adalah ideologi yang “baik”, dalam artian, dilihat dari visi dan misnya, komunisme pada dasarnya ingin menciptakan tatanan dunia tanpa penindasan oleh kelas ekonomi borjuis yang terdiri dari orang-orang kaya, birokrat, dan pemilik modal terhadap kelas ekonomi proletar yang terdiri dari orang-orang miskin, seperti buruh, petani, dan kaum pekerja tak bermodal.

Tengok sejarah. Komunisme lahir di Jerman, dicetuskan oleh seorang filsuf berdarah Yahudi, Karl Heinrich Marx pada abad ke 18. Marx menulis sebuah buku berjudul Das Capital dan Manifesto Communist, dengan latar belakang penderitaan kaum pekerja yang harus bekerja 23 jam sehari untuk pemilik modal, dalam perspektif Marx, pengusaha tidak akan bisa mendapatkan uang tanpa buruh, tuan tanah tidak akan bisa mendapatkan panen tanpa petani, dsb. Jadi Marx menilai, pengusaha lebih membutuhkan buruh daripada buruh membutuhkan pengusaha.

Komunis sendiri berasal dari kata “komunal” artinya “bersama”, kolektivitas, oleh karena itu komunisme tidak mengakui harta seseorang, karena itu akan menimbulkan monopoli, yang artinya semakin kaya seseorang semakin berkuasa, sementara yang miskin akan terus menerus tenggelam dalam kubangan, inilah sebenarnya cita-cita awal komunisme, memuliakan persamaan derajat, meninggikan keadilan, dan menjunjung tinggi hak asasi. Tentu kita tahu film “Zorro”-nya Antonio Banderas, salah satu adegan, adalah ketika terjadi Perang Sipil Amerika, Pihak Konfederasi mengutus seorang Gubernur bernama Armand, untuk memerintah Nagara Bagian California, lalu ia menyita tanah semua orang miskin, untuk membuat rel kereta api, sementara dia sendiri memiliki kebun anggur yang luas, namun Zorro mencegah hal itu. Lalu robin Hood tokoh pencuri legendaris ini, juga melakukan hal serupa dengan Zorro, ia mencuri harta milik bangsawan kerajaan lalu membagikannya pada orang miskin. Nah, seperti Zorro dan Robin Hood, para kamerad komunis ingin menciptakan kondisi demikian, tanah negara merupakan milik rakyat, harta negara pun merupakan milik rakyat, dan sepantasnya digunakan rakyat untuk kepentingan negara pula.

Lalu apa yang menyebabkan orang kini mendiskreditkan komunisme? Dalam perspektif orang melihat dari rekam jejak sejarah, negara komunis selalu dipimpin oleh para diktator tangan besi, macam Joseph Stalin, Mao Zedong, dll. Sebenarnya itu bukanlah sebuah tolak ukur yang objektif, lihat latar belakangnya, komunisme kebanyakan didukung oleh orang-orang yang kecewa, miskin, dsb, dan kemiskinan inilah melatar belakangi timbulnya kekerasan. 



Pertama, lihat Joseph Stalin, semasa kecil berasal dari keluarga miskin, ayahnya hanya seorang tukang sol sepatu, dan kerap kali memukuli anak-anaknya dalam mendidik, inilah yang mungkin menjadi dasar psikologi seorang Stalin menjadi seorang yang kejam saat dewasa, tak berbeda dengan Stalin, Mao Zedong pun berasal dari keluarga petani miskin, Mao dan ayahnya pun tidak dekat, karena ayahnya acapkali kasar padanya. Masa kecil suram itulah yang akhirnya menjadikan seorang Stalin dan Mao seorang pembunuh, namun coba kita lihat para pemimpin komunis yang semasa kecilnya bahagia, mereka justru ingin membagi kebahagiaan itu, contoh Fidel Castro, Castro tidak memimpin Kuba dengan tangan berdarah, mungkin karena dari segi psikologi, ia bahagia, ia punya ayah seorang juragan tebu, ia dan ayahnya juga sering membantu petani dikebun tebunya, inilah yang menjadikan Castro, seorang komunis yang lembut dan sederhana. Namun Castro haya satu, diantara pemimpin komunis bertangan besi, mungkin itulah yang menyebabkan selama ini perspektif kita buruk terhadap komunisme, karena labih banyak yang diktator daripada yang lembut seperti Castro.


Seharusnya mulai sekarang, opini masyarakat terhadap komunisme harus diubah, bukan berarti harus mengikuti komunisme, tapi tidak perlu menganggap komunisme adalah setan yang harus diberantas. Ideologi setan yang sebenarnya adalah kapitalisme dan liberalisme, yang secara cover memang menjual kebebasan, namun jika semua orang ingin bebas apa yang terjadi? Setiap orang akan berusaha semaksimal mungkin untuk meraih kebebasannya tanpa memikirkan hak orang lain, dan justru lebih rentan menimbulkan konflik horizontal.

satu kata yang pernah saya kutip dari sebuah film Mel Gibson, Braveheart. “Sejarah ditulis oleh para pemenggal pahlawan.”, jadi dalam memaknai sejarah kita juga perlu sumber lain, untuk bahan pertimbangan, untuk mencapai penilaian yang objektif.

Follow Twitter

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Justin Bieber, Gold Price in India